Seminar Nasional Era Nuklir di Indonesia

Saat ini program pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkitan listrik di Indonesia belum terwujud, namun nuansa pembicaraan terhadap pemanfaatannya harus ditingkatkan. Berbagai lembaga terkait terus berupaya melakukan penyiapan berbagai aspek yang mendukung program nuklir untuk energi. Salah satu upaya adalah memberikan pemahaman iptek nuklir terhadap para pemangku kepentingan diantaranya kelompok muda yang meliputi mahasiswa dan komunitas muda. Pemberian pemahaman ini perlu dilakukan sehingga meminimalkan kekhawatiran masyarakat tentang keamanan dan dampak lingkungan jika terjadi kecelakaan, serta meningkatkan keyakinan akan kemampuan membangun dan mengoperasikan PLTN dengan aman.

Selasa, 12 November 2019 Fakultas Teknik dan MIPA Unpam menyelenggarakan seminar nasional kedua kalinya semenjak Fakultas tersebut dijabat oleh dekan baru yaitu Syaiful Bakhri S.T.,  M.Eng., Sc., Ph.D. Seminar ini mengangkat tema “Kiprah Pemuda Dalam Menyongsong Era Nuklir Di Indonesia”. Seminar yg diselenggarakan di Lt 8 gedung Viktor Unpam ini dihadiri  oleh ketua Yayasan Sasmita Jaya yaitu Dr. Hc. H Darsono, Rektor Unpam yaitu Dr. Dayat Hidayat Warek 2 yaitu Dr. Subarto, M.Pd.M.M., Warek 3 yaitu Dr. Muhammad Wildan, M.A., Warek 4 yaitu Dr. RR Dewi Anggraeni, M.H dan Dekan Fakultas Teknik dan MIPA yaitu Syaiful Bakhri, S.T,M.Eng.Sc,Ph.D.

Hadir pula sebagai pemateri Deputi Pemberdayagunaan Teknologi Nuklir BATAN yaitu Dr Wening Winarno M.Sc, sebagai pemateri pertama dengan judul materi “Enam Dasawarsa: Kiprah Batan Dalam Pemanfaatan Iptek Nuklir Di Indonesia”. Pemateri ke dua yaitu R Achmad Widijanto S.Si., M.M , beliau merupakan Kepala Badan Pusat Statistik Tangsel. Peraih penghargaan Satya Lencana 10 dan 20 tahun, menyajikan materi tentang “Bonus Demografi Tangsel” diera nuklir.

Sebagai pengedukasi dan menarik minat kalangan mahasiswa bahwa nuklir itu banyak manfaatnya, hadir Firda Tri Lestari (Koordinator Wilayah Komunitas Muda Nuklir Nasional Tangerang Selatan).

Inisiasi kiprah Pemuda baik mahasiswa dan Komunitas Muda Nuklir (Kommun) dalam rangka penyiapan SDM untuk menyongsong era nuklir di Indonesia perlu dilakukan. Dalam sambutannya Syaiful mengatakan “Seminar ini bertujuan Untuk meningkatkan kualitas dari sisi lain yang tidak didapatkan di bangku kuliah dan meningkatkan kiprah pemuda dalam  menyongsong era nuklir di Indonesia”.

Disinyalir seminar ini juga  merupakan  wadah tukar menukar informasi terkait status pemanfaatan iptek nuklir dalam tataran edukasi, teknologi dan kebijakan. Diharapkan stakehokders terkait, baik itu dari kalangan akademisi, birokrasi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya, secara bersama dan bersinergi untuk dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam rangka menyosong era nuklir di Indonesia.

“Nuklir kita mengenal biasanya untuk senjata nuklir”, Ujar Ketua Yayasan Sasmita Jaya,saat memberi sambutan. Memang pada umumnya masyarakat mengenalnya sebagai suatu yang mengerikan. Ibarat pisau yang mempunyai dua sisi yang tajam dan tumpul apabila digunakan untuk hal yang membahayakan seperti senjata nuklir maka akan dapat membawa dampak buruk bagi manusia. Akan tetapi apabila digunakan untuk hal-hal baik maka akan membawa manfaat besar bagi manusia. “Manfaatkanlah nuklir untuk hal kebaikan” ujar rektor Unpam dalam sambutannya.

Indonesia telah banyak melakukan penelitian terkait dengan nuklir, terutama untuk hal yang membawa kebaikan bagi masyarakat, baik dalam bidang pertanian, kesehatan, industri dan teknologi. “Dalam bidang pertanian iradiasi nuklir bisa digunakan sebagai penghasil varietas baru”. Unjar Prof Anhar dalam uraian materinya. Selama ini masyarakat lebih mengenal metode persilangan untuk menghasilkan varietas baru. Dalam bidang kesehatan salah satu produk yang telah dihasilkan yaitu 153Sm-EDTMP , sebagai terapi paliatif Kanker Metastasis pada tulang.

(Red.Rahman)

  • Suasana Seminar Nasional FT dan MIPA