SEMINAR NASIONAL TEKNIK ELEKTRO 2019



Sabtu, 25 May 2019, Program Studi Teknik Elektro menggelar Seminar Nasional Teknik Elektro 2019 (SNTE 2019) dengan tema “Strategi Sinergi Universitas, Pemerintah dan Dunia Industri dalam Menyediakan SDM yang Kompeten”. Acara ini dihadiri oleh Dr.(H.C.) H. Darsono (Ketua Yayasan Sasmita jaya Group), Dr. H,Dayat Hidayat, M.M. (Rektor Unpam), Dr. Rasmadi, M.Pd. (Warek 1), Dr. Subarto, M.Pd (Warek 2), Dr. Sewaka, M.M (Warek 3), Dr. Ir. Dadang Kurnia, M.M (Dekan Fakultas Teknik) dan Syaiful Bakhri, S.T, M.Eng.Sc, Ph.D.(Kaprodi Teknik Elektro)

Dalam seminar nasional tersebut dihadirkan tiga pembicara yaitu Jazaly Firdaus,S.T.,M.T (Direktur PT Optima Integra Teknika), Subhan Syafa’at (Kepala UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Banten) dan Lucky Ginanjar Adhipurna,S.T. (Dept. Head Utility Maintenance PT. Gajah Tunggal Tbk.). Hadir pula Ariyawan Sunardi, S.Si,M.T. sebagai moderator.

Dalam pembangunan sebuah industri yang maju perlu adanya sinergi antara universitas, pemerintah dan dunia idustri. Dimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah terkadang beda dengan pekerjaan yang didapat dalam dunia industri. Hal ini tentu saja berbeda dengan mahasiswa yang ingin menjadi kaum professional seperti Dokter. Salah satu betuk sinergi pemerintah dengan dunia industri yaitu adanya Balai Latihan Kerja (BLK) yang memiliki beberapa kompetensi. Siswa yang belajar di BLK ketika keluar memiliki sertifikat kompetensi dengan lisensi BNSP.  “ Untuk pelatihan ini memang gratis, lamanya sekitar 1 bulan ada juga yang 1,5 bulan dan dikasih makan siang gratis” ujar Subhan Syafa’at (Kepala UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Banten).



Sementara itu, Jazaly menerangkan,” Ada sepuluh kebutuhan tenaga kerja di revolusi industri 4.0 ini yaitu Analytical thinking and innovation; Active learning and learning strategies; Creativity, originality and initiative; Technology design and programming; Critical thinking and analysis; Complex problem-solving; Leadership and social influence; Emotional intelligence; Reasoning, problem-solving and ideation; dan Systems analysis and evaluation”. Ujar Direktur PT Optima Integra Teknika, yang bergerak dibidang EV Charging untuk kendaraan listrik.

“Dalam era industri 4.0 terdapat lima aspek penting yang ditawarkan meliputi Computing Hardware, Production Hardware, Software, Interfaces, dan Connectivity.” Ujar Lucky. Selain itu para pekerja harus memiliki kompetensi agar mereka dapat bersaing di dunia industri. “Kompetensi merupakan tiga komponen dari Skills (bagaimana cara mengerjakan sesuatu), Knowledge (pengetahuan, mengetahui tentang sebuah informasi atau ilmu), dan Attitude (kenapa hal itu dilakukan)” ujar lulusan ITB tersebut. “ Jadi kalau kita kerja aja, kaya mesin, kaya robot, itu belum tentu kompetensinya bagus, kalau dia tidak mengerti atau memahami kenapa sesuatu itu harus dikerjakan”. Tegas mantan karyawan PLN dan Schneider tersebut. (Red.Rahman)