Unpam Gelar Seminar KI

Peran perguruan tinggi Indonesia selama ini  dikenal sebagai institusi pendidikan dan pengajaran, serta sebagai institusi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi mempunyai fungsi untuk meningkatkan nilai tambah bagi para peserta didik, menghasilkan sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan. Sehingga dapat menghasilkan kekakayaan intelektual.

Sabtu, 12 Oktober 2019 fakultas Teknik dan MIPA Universitas Pamulang menyelanggarakan seminar nasional dengan tema “Asset Kekayaan Intelektual di Perguruan Tinggi”. Pada seminar ini hadir sebagai pembicara Dr. Freddy Harris, ACCS (Dirjen KI) dan Prof. Dr. Djarot S. Wisnu Broto (Kepala BATAN 2012-2018). Hadir pula Dr Geni Rina Sunaryo, kepala pusat teknologi dan keselamatan reactor nuklir (PT KRN) BATAN, Justisiari Perdana Kusumah, SH., MH., (Ketua Umum Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan).

Menurut ketua pelaksana acara seminar, Tabah Heri Setiawan,S,Si.,M.Pd mengatakan,“Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai wujud perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual, mutlak harus didukung, difasilitasi dan dipermudah oleh semua pihak”, lanjut Tabah,”Oleh karerna itu seminar ini digelar untuk membeikan wawasan kepada mahasiswa Unpam terkait Kekayaan Intelektual”, ungkap ketua pelaksana seminar yang dimulai pukul 09.00wib.

Sementara itu Saiful Bahkri, S.T, M.Eng.Sc, Ph.D, dekan FT dan MIPA, mengatakan “Informasi dan knowledge merupakan Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) yang memiliki nilai-nilai moral (moral value), dan juga memiliki nilai ekonomi (economic value)”. Tegas salah satu penanggung jawab di acara Seminar Nasional yang diadakan di Gedung Auditorium Kampus Unpam Viktor lantai 8 tersebut.

Disela-sela sambutannya Saiful Bahkri mengatakan, “Salah satu tujuan seminar ini yaitu untuk memotivasi civitas akademika di fakultas teknik dan MIPA agar selalu berinovasi melalui riset dan pengabdian dengan hasil akhir berupa hak kekayaan intelektual”, ujar dekan yang menyelesaikan S3-nya di Negara Kanguru tersebut.

Dalam melindungi dan memperbanyak kekayaan intelektual, Unpam berupaya menjalin kerjasama dengan pihak lain diantaranya dengan Dirjen KI, Komunitas Masyarakat Anti Pemalsuan dan PTKRN BATAN. Terlihat, nampak adanya penandatanganan nota kesepakatan sebelum sesi acara pemaparan materi berlangsung.

“Untuk kedepannya kekayaan intelektual yang ada di Unpam kita organisir dengan baik, sehingga menjadi kekuatan besar nasional dan kekuatan besar di Universitas Pamulang”, ujar rektor Unpam , Dr. H,Dayat Hidayat, M.M, beliau melanjutkan “Di Unpam dalam tiap bulannya 1100 mahasiswa diwisuda, boleh jadi yang 1100 itu sebenarnya menghasilkan kekayaan intelektual tapi belum terorganisir saja.”

Sementara itu dalam pemaparan materinya Kepala Dirjen KI mengajak mahasiswa unpam untuk meneliti dimulai dari yang mudah-mudah dahulu,”Mahasiswa, mari kita teliti phenomena sehari-hari, yang mudah-mudah saja dulu. Kemudian hasilnya dipatenkan”, ujar Dr. Freddy Harris, ACCS yang pernah menjadi Ketua Komisi Banding Merek RI (2003-2008).

Untuk memperkaya kreativitas menurut Djarot, dalam pemaparan materinya ada beberapa tantangan yaitu hanya mengeluh saja, merasa paling hebat tetapi tidak dikenal dan suka jadi pengamat tapi tidak bisa buat. Di akhir slide materinya yang sekarang menjabat sebagai anggota Dewan Riset Nasional (DRN) itu mengatakan, “ Untuk menyakinkan pemerintah dan masyarakat bahwa SDM Indonesia mampu menangani PLTN, maka solusinya adalah kemandirian desain dan rekayasa nuklir “.

(Red.Rahman).

  • Foto : Suasana Seminar Nasional FT dan MIPA